06 Juni 2012

Yuk, Selamatkan Anak Indonesia!

Hei, Indonesiaku ... tanah subur rakyat makmur. Hei, Indonesiaku ... aku sayang kepadamu.
Tanam salak tumbuh salak, tanam duren tumbuh duren, tanam padi tumbuh padi.

***

Masih ingat petikan lagu di atas? Itu, lho, lagu anak yang ngetren medio 1990-an. Itu hanya sebagian dari lagu anak yang sangat hits pada saat itu. Selain Enno Lerian yang menyanyikan lagu ini dan Dudidam, masih banyak penyanyi anak yang saat itu begitu saya gemari. Sebut saja Agnes Monica dengan bala-bala-nya, Tri Kwek-kwek dengan Katanya, Joshua dengan Cit Cit Cuit, atau Saskia-Geovani dengan Bang Bing Bung.

18 Februari 2012

Suck Seed

Selamat hari Sabtu menjelang malam Minggu semua! Pasti semua udah punya rencana sendiri buat berakhir pekan kali ini. Bagi yang belum punya, ya, silakan buatlah. Masa dibuatin sama saya <-- mulai geje. Karena akhir pekan kali ini juga geje bagi saya, kerjanya cuma ngerjain PR sama sedikit kerjaan, jadi saya menghabiskan waktu santai di kosan aja. Ya, daripada kegejean ini bertambah akut, sesekali saya nulis di blog aja lah. Kebetulan, barusan habis nonton film Thailand (lagi) jadi nulis tentang film itu ajalah. Jadul juga, sih, tapi gak apa-apalah, daripada blog kosong melompong. Kasarnya, sih, suka-suka gue donk, blog-blog gue #minta dikeroyok narablog semua :)

Jadi, film yang tadi saya tonton judulnya Suck Seed. Film Thailand yang dirilis pada 2011 ini bergenre drama musikal komedi. Ceritanya memang klise alias biasa benget. Tapi, yang bikin saya tertarik musik-musik latarnya. Uniknya, saat diputar sebuah lagu, si penyanyi aslinya langsung muncul dalam adegan. Selain itu, unsur komedinya juga cukup menghibur, didukung karakter tokoh-tokohnya yang gak kalah bikin ngakak.

28 Januari 2012

A Moment to Remember: Belajar Memaafkan dan Setia

"Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian" 

(Kim Su-Jin, A Moment to Remember)

Bagaimana caramu menghadapi masa lalu kelam? Bagaimana caramu menghadapi orang yang sangat kamu benci? Dan, bagaimana dapat kamu bayangkan jika kelak hidup bersama seorang istri atau suami yang berpenyakit? Tentu, setiap orang akan punya cara tersendiri menghadapi semua itu. Namun, yang saya bayangkan, akan sulit rasanya bangkit dari keterpurukan akibat masa lalu kelam, tidak mudah rasanya memberi maaf pada seseorang yang amat kita benci karena perlakuan di masa lalu, apalagi bersabar hidup bersama orang yang kita cintai, namun ternyata memberi kita "beban" lebih, dengan merawatnya dalam keadaan sakit. Semua pertanyaan besar ini, akan terjawab dalam film Korea berjudul A Moment to Remember.

20 Januari 2012

Crazy Little Thing Called Love: Cinta Memang Bikin Gila!

Kata orang, cinta itu sesuatu yang ajaib, bisa membuat orang yang merasakannya melakukan apapun demi mewujudkan cintanya. Orang jatuh cinta pasti berusaha tampil lebih baik dan membuang semua hal-hal buruk dari dirinya, demi menggapai orang yang dicintainya. Waaah, masih siang tapi rada-rada ngelantur gak jelas gini :) Tapi, itulah yang digambarkan dalam film Thailand satu ini. Film bergenre drama komedi, bertema cinta ala anak remaja a.k.a. cinta monyet, tapi sama sekali gak ngebosenin buat ditonton. Memang temanya klise, tapi didukung acting para pemain sekelas Mario Maurer dan dibumbui humor-humor centil dan aslinya bikin ngakak yang nonton.

Film ini mungkin terinspirasi dari Beauty and the Beast namun dalam versi sebaliknya. Mungkin Handsome and the Beast hehehe :D Pasti semua ingat, kan, telenovela Betty la Fea? Wah itu telenovela yang hits bener waktu saya SD. Nah, film ini punya cerita yang sama, yaitu tentang cewek jelek (untuk gak bilang "buruk rupa") yang jatuh cinta pada cowok tampan.

12 Mei 2011

I (am) Not Stupid! Salahkan Saja Orangtua...

Siapa yang salah bila seorang anak mencuri? Siapa yang paling bertanggung jawab apabila seorang anak terlibat kenakalan remaja, berwatak keras, dan bersifat pembangkang? Jangan dulu marahi mereka, karena jangan-jangan semua bersumber dari didikan orangtua.

Nah, itulah pesan dari film yang baru saja saya tonton. Judulnya “I Not Stupid Too” (demikian ejaannya, jangan protes karena grammar-nya salah). Film produksi Singapura ini ternyata sudah dirilis beberapa tahun lalu (2006). Meski jadul, tapi pertama saya tonton, wah wah wah, gak berasa mata jadi sembab huhu. Yap, film ini sukses mengaduk-ngaduk perasaan. Bukan karena kisah cinta tragis ala Titanic, tapi karena film ini sarat pesan moral dan hikmah, khususnya masalah pendidikan. Selain itu, film ini juga diselingi unsur komedi yang pas sehingga emosi jadi terkontrol.

16 Oktober 2010

Regenerasi Pemuda Harapan Bangsa


Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan pluralitas suku, budaya, dan agama. Konon, selalu didengung-dengungkan bahwa ujung tombak perjuangan dan masa depan bangsa ini terletak pada pemuda sebagai harapan bangsa. Bukan berniat melemahkan, namun keadaan nyata menunjukkan perilaku segelintir pemuda malah membawa rasa pesimistik di antara pemuda itu sendiri. Oknum tersebut, misalnya, tergabung dalam geng motor yang selalu membawa aksi brutal, pelaku tindakan kriminal, dan lain-lain.

09 Juli 2010

Sambut Ramadhan dengan Cita Rasa Lokal Religius

Pedang siap dihunuskan dalam hitungan detik.  Siap melahap kepala dua tua yang mengaku beriman pada Muhammad. Suami istri itu Yasir dan Sumayah. Bagi keduanya, Muhammad adalah benar utusan Allah Swt. Bagi mereka, adalah benar bahwa Muhammad adalah Rasul yang siap membawa risalah umat sekalian zaman. Adalah benar Muhammad mampu mengangkat derajat masyarakat Arab pada zaman itu dari masa-masa kebodohan.

Yuk, Selamatkan Anak Indonesia!