Mendengar kata pemuda, tentu stigma yang muncul adalah pemuda sebagai harapan bangsa. Pemuda dengan ‘kemudaan’ jiwanya mampu melahirkan sejuta prestasi dan mewujudkan kepemimpinan yang ideal bagi kemajuan bangsa. Sayangnya, saat ini jargon tersebut agaknya dikacaukan dengan perilaku segelintir pemuda yang lama-lama dikhawatirkan menjadi satu penyakit bagi bangsa ini. Bahkan, hal tersebut dapat menimbulkan rasa pesimistik bagi para pemuda itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Hei, Indonesiaku ... tanah subur rakyat makmur. Hei, Indonesiaku ... aku sayang kepadamu. Tanam salak tumbuh salak, tanam duren tumbuh duren...
-
Puasa tinggal dua minggu lagi. Tepatnya dua belas hari lagi. Tapi kata Abah, bisa jadi ada yang tinggal sebelas hari lagi. Mereka itu orang-...
-
Siapa bilang lelaki tak boleh menangis? Tanyamu suatu saat. Retoris. Berapa tetes air mata yang kau buang dan kau perlihatkan padaku. Ragamu...
